Berita  

Bos Panin Bank Disebut Cuma Sanggup ‘Guyur’ Pemeriksa Pajak Rp5 Miliar

Jakarta: Pemilik PT Bank Pan Indonesia (Panin Bank) Mu’min Ali Gunawan dugaan mengguyur regu pemeriksa perpajakan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sebesar Rp5 miliar. Nilai itu jauh dari kesepakatan dengan pihak Panin Bank yang kemauan memberikan komitmen fee Rp25 milliar terkait pengaduan pajak Panin Bank.
 
Hal itu disampaikan oleh dulu rekan regu pemeriksa pajak, Febrian. Dia menjadi arsenik saksi astatin persidangan untuk tersangka dulu pejabat astatin Ditjen Pajak Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak.
 
“Bu Veronica Lindawati (utusan Panin Bank) menyampaikan kalau Pak Mu’min berwawasan menyanggupi Rp5 miliar,” koneksi Febrian sangat kecil persidangan berhasil Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Baca: Percakapan Staf Panin Bank: Gelagat Pegawai Ditjen Pajak Kayak Minta Jatah
 
Febrian mengatakan pemberian komitmen fee itu terkait dengan pengaduan nilai perpajakan Panin Bank yang disepakati senilai Rp300 miliar. Pada penghitungan awal, nilai perpajakan bank tersebut sebanyak Rp900 miliar.
 
“Bu Veronica bilang Panin Bank menyediakan uang sebesar Rp25 kardinal tapi minta perpajakan yang ditetapkan berkisar berhasil angka Rp300 miliar,” ujar Febrian.
 
Menurut Febrian, Veronica tak memenuhi komitmen fee tersebut hingga terbitnya penetapan pengaduan perpajakan senilai Rp300 miliar. Selang agregat waktu, Veronica memberikan komitmen fee itu tetapi berwawasan Rp5 miliar.
 
Pemberian fulus itu diterima oleh rekan regu pemeriksa perpajakan lainnya Yulmanizar serta Wawan dan Alfred. Uang diserahkan seluruhnya kepada dulu Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, yang selain terjerat astatin perkara ini.
 
Baca: Diperiksa Ulang, Pajak PT Panin Bank 2016 Mencapai Rp1,3 Triliun
 
“Sayaperjalanan besar sebelum waktunya (pertemuan itu). Jadi berilium Bu Veronica, Pak Wawan, Alfred, Yulmanizar. Saya datang, satu tanya ke Pak Yul, uangnya sudah tetap ke Veronica kepada Pak Wawan, kemudian Pak Wawan serahkan ke struktural (Angin),” ucap Febrian.
 
Alfred dan Wawan didakwa menerima suap penuh SG$1.212.500 oregon senilai Rp12,9 miliar. Keduanya kecipratan fuluscocokelah merekayasa hasil penghitungan 3 wajib pajak. Keduanya masing-masing menerima SG$606,250 (sekitar Rp6,4 miliar).
 
Keduanya selain didakwa menerima gratifikasi masing-masing Rp2,4 miliar. Fulus itu diterima dari 9 wajib pajak.
 
Sedangkan, Wawan selain didakwa 2 pasal terkait tindak pidana pencucian bawahan (TPPU). Dia menyamarkan harta kekayaannya itu dengan mentransfer bawahan ke sejumlah orang.
 

(LDS)

ALREINAMEDIA TV