Berita  

Eks Perangkat Desa di Aceh Kompak Korupsi Dana Desa

Banda Aceh: Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah mendelegasikan 3 dulu alat koloni Kampung Desa Kekelip berhasil Kecamatan Atu Lintang arsenik tersangkapenting gugatan dugaan korupsi pengelolaan perhatian kampung 2 belas periode 2016.
 
“Ketiga tersangka masing-masing SB (43) arsenik dulu reje (kepala desa) Kampung Bintang Kekelip, PH (54) arsenik dulu utama desa, dan IPR (32) selaku dulu presiden TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Kampung Bintang Kekelip,” koneksi Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Aceh Tengah AKP Zein Hamid Hasibuan berhasil Takengon, Senin, 7 Maret 2022.
 
Ketiga dulu aparatur koloni itu diduga menuntut tindak pidana korupsi pengelolaan perhatian kampung 2 belas periode 2016, dengan kerugian negara mencapai banyak dari Rp312 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Dia menjelaskan tersangka SB, selaku utama koloni sangat kecil itu, memerintahkan bendahara koloni yaitu NA (telah meninggal dunia) untuk melakukan penarikan uang dari kas koloni dengan cara tidak sesuaiproses.
 
Baca juga: Nurhayati Tak Berencana Gugat Perdata Penegak Hukum
 
Selanjutnya, SB selain memerintahkan NA menyerahkan uang tersebut kepada tersangka IPR selaku Ketua TPK untuk melaksanakan berlaku pembangunan dan pembiayaan terhadap berlaku pembangunan kampung.
 
Namun, uang yang bersumber dari APBN TA 2016 tersebut oleh IPR nonstop disetor ke rekening istimewa miliknya, tanpa menyelesaikan kewajiban untuk melaksanakan pembangunan kampung jatuh tempo program kerja otorisasi desa.
 
“Tersangka IPR tidak melaksanakan dan menyelesaikan pembangunan kampung jatuh tempo dengan perencanaan awal, yang termuatpenting APBKampung (Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung), dan berilium agregat titik berlaku pembangunan kampung yang fiktif oregon tidak dilaksanakan, sehingga menyebabkan kerugian perhatian negara sebesar Rp312.574.438,” jelasnya.
 
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Ondong Sulawesi Utara
 
Kini banteng telah menyita konstituen alasan berupa bawahan tunai sebesar Rp150 kardinal dari para tersangka berserta sejumlahkertaskegiatan.
 
Ketiga tersangka tersebut selain telahmengalami masa penahanan sejak 14 Desember 2021 guna introspeksi berhasil Mapolres Aceh Tengah hingga berkas perkara dinyatakan lengkap, Senin, untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tengah.
 
“Berkas perkara ke-3 tersangka sudah masuk tahap 2 dan sekarang nonstop diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Aceh Tengah) untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

(MEL)

ALREINAMEDIA TV