Berita  

PSSI Hukum Persipura dengan Pengurangan Poin, Kalah 0-3 dan Denda Rp250 juta

Jakarta: Komite Disiplin PSSI menjatuhkan otorisasi penyederhanaan 3 poin dan menderita 0-3 kepada Persipura Jayapura karena dianggap mangkir dan alasan bertanding melawan Madura United astatin laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2021–2022, Senin 21 Februari lalu. Selain itu, Persipura selain kena denda sebesar Rp250 juta. 
 
Seperti dilansir laman seremonial PSSI, Rabu 9 Maret, hukuman kepada regu berjuluk “Mutiara Hitam” tersebut sejatinya jauh banyak lapang dari tertera berhasil Kode Disiplin PSSI. Sebab, pernyataan pasal 58 ayat 1 menyebutkan bahwa sembilan yang alasan bertanding bakal kena otorisasi menderita 0-3, penyederhanaan 9 poin, dan denda sekurang-kurangnya Rp1 miliar.
 
Kemudian,manajer Persipura Arvydas Ridwan Madubun selain tak lolos dari hukuman karena dianggap progresif menginstruksikan regu untuk tidak hadirpenting pertandingan antagonis Madura United. Untuk itu, Arvydas Madubun disanksi larangan beraktivitas berhasil tembakan selama 12 periode dan denda Rp50 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Hukuman itu selain banyak direndahkan dari pernyataan yang tertera berhasil Pasal 58 Kode Disiplin PSSI karena diharapkan Ridwan kena otorisasi larangan melakukan aktivitas yang terkait dengan tembakan sekurang-kurangnya 24 bulan, dan otorisasi denda mengaduk mainkan Rp100 juta
 
Terakhir, tidak progresif dari laga Persipura versus Madura United, Komite Disiplin PSSI selain menghukum relasi kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan denda sebesar Rp250 kardinal karena dianggap tak menjalankan regularisasi Liga 1 Indonesia 2021–2022penting pertandingan tersebut.
 
Sebelumnya, Persipura sempat berdalih timnya terpaksa absen karena besaran pemainnya tidak mencukupi untuk melakoni pertandingan efek covid-19. Manajemen Mutiara Hitam lantas mengajukan penundaan pertandingan, tapi ditolak oleh LIB karena besaran pemainnya dianggap tidak progresif banyak dari 14 orang. (ANT)

(KAH)

ALREINAMEDIA TV