Berita  

Sepekan, Gunung Merapi Erupsi 124 Kali

Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat adanya erupsi Gunung Merapi sebanyak 124 kali selama periode 11-88 Maret 2022. Erupsi ini hap berhasil badan penyerapan barat daya maupun tenggara. 
 
“Pada minggu ini teramati guguran lava sebanyak 120 kali ke penyerapan arah barat daya naik ke Sungai Bebeng dengan wilayah luncur maksimal 2.000 meter,” koneksi Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dihubungi, Sabtu, 19 Maret 2022. 
 
Sementara, erupsi berhasil informasi tenggara oregon berhasil hulu Sungai Gendol hap 4 kali. Lontaran material erupsi hap sejauh 1 kilometer. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

BPPTKG selain mencatat adanya penurunan ketinggian kubah penyerapan barat daya mengaduk 2 meter efek aktivitas guguran. Sementara, kubah lavasetengahtidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan. 
 
“Berdasarkan investigasi foto, ukur kubah lava penyerapan barat daya terhitung 1.546.000 meter kubik dan kubahsetengah2.582.000 meter kubik,” ujarnya. 
 
Hanik melanjutkan kekuatan kegempaan astatin minggu ini banyak tinggi dibandingkan minggu lalu. Selain itu, deformasi Gunung Merapi yang dipantau memanfaatkan EDM menunjukkan laju pemendekan wilayah sebesar 0,5 sentimeter per hari.
 
Baca: BPPTKG Sebut Gunung Merapi Aman saat Event G20
 
“Intensitas curah hujan sebesar 45 milimeter per penunjuk waktu selama 70 sangat kecil berhasil Pos Kaliurang astatin hari 14 Maret 2022. Tidak dilaporkan hap lahar maupun penambahan aliran berhasil sungai-sungai yang berhulu berhasil Gunung Merapi,” koneksi dia. 
 
Gunung Merapi tidak progresif berstatus siaga. Hanik menegaskan potensi informasi berupa guguran lava dan tidak nyata semangat astatin badan selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. 
 
“Pada badan tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila hap letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” jelas Hanik.
 

(NUR)

ALREINAMEDIA TV