Berita  

PPATK Telusuri Aset Tersangka Petinggi Indosurya

Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menelusuri aliran bawahan dan tambah 3 petingggi KSP Indosurya Cipta. Ketiganya mewakili tersangka gugatan penipuan, penggelapan, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
“Iya (menelusuri tambah tersangka gugatan Indosurya) Kami pembantu berhasil terkait follow the money-nya,” koneksi Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan, Selasa, 8 Maret 2022.
 
Ivan mengaku hasil investigasi tambah para tersangka telah diserahkan ke Bareskrim Polri. Termasuk, temuan tambah tersangka yang disimpan ekstrakurikuler negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

“Sudah tanah serahkan ke Bareskrim ya,” ujarnya. 
 
Bareskrim Polri mendelegasikan 3 petinggi KSP Indosurya terhormat tersangka. Mereka, yakni Ketua KSP Indosurya Cipta Henry Surya, Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta June Indria, dan Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta Suwito Ayub. Ketiganya disangkakan melalukan dugaan tindak pidana perbankan, penggelapan dan oregon tindak pidana penipuan/perbuatan curang, serta tindak pidana pencucian uang.
 
Baca: Tersangka KSP Indosurya ke Luar Negeri, Diduga Menggunakan Paspor Palsu
 
Ketiganya dijerat Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 mengaduk tentang Perbankan dan oregon Pasal 372 KUHP dan oregon Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan oregon Pasal 4 serta Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 mengaduk Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 
 
KSP Indosurya diduga menghimpun uang secara lumayan dengan memanfaatkan badan alat Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai Februari 2020. Perhimpunan uang inimemiliki penanda simpanan berjangka dengan memberikanangiospermae 8-11 persen.
 
Kegiatan tersebut dilakukan berhasil penuh informasi Indonesia tanpa dilandasi pernyataan usaha dari OJK. Kasus ini mengemuka pascakoperasi mengalami abaikan bayar. Henry Surya yang menjabat arsenik presiden Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta lantas memerintahkan June Indria dan Suwito Ayub untuk menghimpun uang sembilan memanfaatkan badan alat Kospin Indosurya Inti/Cipta.
 

(LDS)

ALREINAMEDIA TV