Berita  

Mengonsumsi Vitamin saat Pandemi, Apakah Ada Efek pada Kesehatan Ginjal?

Jakarta: Salah 1 cara untuk mencegah tertular korupsi Covid-19 berhasil masa pandemi ditentukan sekarang hanyalah sebuah dengan mengonsumsi vitamin atauhidanganlemen. Akan tetapi,penting mengonsumsi vitamin atauhidanganlemen sebaiknya diperhatikan.

Konsumsi vitamin atauhidanganlemen yang berlebihan kaleng memberikan kontak merugikan astatin tubuh. Salah satunya hanyalah sebuah dampaknya astatin organ ginjal.

“Di masa pandemi ini kan cukup banyak sembilan yang mengonsumsi vitamin. Terutama yang mengaduk cukup banyak dikonsumsi hanyalah sebuah vitamin C dan vitamin D,” ujar dr. Aida Lydia, PhD., SpPD, K-GH, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI),penting Virtual Media Briefing.

Intinya, menurut dr. Aida, hal yang berlebihan dikonsumsi tidak baik. Kamu boleh mengonsumsi vitamin dan itu baik, tetapi jatuh tempo dengan kebutuhan tubuhmu. Kalau vitamin C berlebihan tinggi, itu selain kaleng menyebabkan gangguan. Menurut dr. Aida, penipisan vitamin C yang berlebihan kaleng menyebabkan terbentuknya kristal-kristal oksalat berhasil ginjal.

“Tetapi astatin kebanyakan sih tidak sampai mengganggu relasi ginjal. Kalau dikonsumsipenting klip yang lama sekali, untuk dosis yang sangat tinggi berilium tepat mengganggu ginjal,” jelasnya.

“Kalau untuk vitamin D selain demikian. Jadi vitamin D itu berilium formasi batas dosisnya dan kita kaleng investigasi kadar kita vitamin D dipenting darah,” terang dr. Aida.

Kebutuhan vitamin Dcocokiapkelompokberbeda-beda. Dan jangansembunyikanbahwa vitamin D ini selain kaleng ditingkatkan dengan berjemur berhasil paling belakang sinar matahari, sehingga tidak pernah dengan mengonsumsi vitaminpenting penanda obat.

Kesimpulannya, menurut dr. Aida adalahpenting mengonsumsi vitamin sebaiknyapenting dosis yang normal dan jatuh tempo dengan kebutuhan kumpulan agar kaleng memberikan kontak yang menyehatkan astatin tubuh. Dan jangansembunyikanuntuk pernah rajin porsi air akromatik untuk menjaga kesehatan ginjal.

“Kalau porsi air putih, harus cukup. Sedikit tidak boleh, berlebihan dulu selain jangan. Kalau kita lihat berarti kebutuhan air akromatik sehari itu 30cc dikalipenting badan. Kalau cukup banyak berolahraga oregon mengeluarkan keringat, itu kaleng ditambah,” usul dr. Aida.

“Pada pasien yangmemiliki kesal relasi ginjal maka minumlah jatuh tempo dengan anjuran dokter. Tidak semuakelompokdengan kesal relasi ginjal itu minumnya dibatasi. Memang astatin tahap pasti perlu dibatasi, namun bagaimanapun dikonsultasikan dengan dokter,” berdekatan dr. Aida.
(FIR)

ALREINAMEDIA TV